Seketika sekuter tua warna biru kusam karena begitu seringnya terkena detergen mulai melaju di antara deretan mobil-mobil mewah. Sementara pikiranku masih berkecamuk mengenai perkataan nenek tua yang tak lain adalah ibunda tercinta.......... hap loncatku turun dari sekuter tua, ayo Di nanti tambah telat ujar ku... ya ayo sesegera mungkin tongkrongan modis gaya ABG berlari kecil mendahuluiku hei... hei jangan lupa map biru itu nanti kau dimakan lagi ama pak Sam ujarku seraya menyodorkan gulungan kertas biru yang diikat karet. Thank's ya.... never mind ujarku seraya berjalan ... Hei Tot itu kamu sudah ditunggu pak Sam di ruanggan rapat ya ya ini juga lagi jalan jawabku cuek.......Tok.. tok.. ruanggan seketika senyap, maaf pak saya telat dijalan macet,..... bohongku mulai beraksi lalu aku duduk diantara deretan kursi merah yang tertata rapi mengelilingi meja setengah bulat. Oke kita lanjutkan pembicaraan yang tadi begini sebelumnnya saya perkenalkan Pak Yusuf ini adalah pimpinan pusat yang baru jadi sebelum Beliau mulai menjalankan tugas maka beliau mau menyempatkan diri untuk bertatap muka dengan kalian semua yang notabene adalah anak buah dari cabang yag dibawahi pak Yusuf........... tak terasa jam telah menunjukkan pukul 12.33 toktok palu dihentakkan diatas meja oleh pak Sam sebagai tanda rapat selesai. Hei Di yuk ke warung belakang kita minum dan makan gemuruh ombak terasa sekali diperutku hehehehe tawaku seraya menarik baju modisnya. Tunggu-tunggu sebentar salinan copy hasil rapat tadi masih dipegang oleh Si ayu.... ujarnya ,.. biar nanti kan juga Ayu pasti cari kamu, gumanku memotong sanggahan teman sejak SD ku itu. Nasi lodeh tapi sambalnya yang banyak ya pak, oh ya jangan lupa pakai ayam bali yang itu seraya menunjukkan ibu jariku ke arah mangkok berisi ayam berbumbu warna merah ......... . Kamu makan apa Di tanya ku, oooooh aku nanti aja ngak terlalu lapar nih tak memperdulikan pertannyaanku seranya tetap memencet tombol-tombol di HP kecil warna Hitam , entah karena kenyang atau kenapa aku tidak perduli yang penting aku sikat aja nasi setumpuk dan 1 potong paha ayam itu. Di ujarnya kenapa ya kok ,........... Bruakkkkkk suara keras yang tiba-2 terdengar menghentikan obrolan kecil dan makan ku, sejurus kemudian aku dan Adi serta belasan orang yang berada disekitar petigaan itu menggerubungi wanita muda bersimbah darah di atas aspal panas itu. Ayo tolong mas bantuin saya angkat orang ini ujarku tak memperdulikan tetesan warna merah yang mulai memenuhi setelan hem warna putih ku. Mbak bangun mbak sadar namun tubuh kecil langsing sekiter umur 24 thnan itu tetap tak bergerak, nguing.... nguing,,,,,,. raungan suara mobil ambulance yang entah siapa yg memangilnya sudah berada tepat di depanku oh ya Di tolong kamu kasih tahu sama Pak Sam saya kerumah sakit ya nanti aku kembali secepatnnya seraya membopong gadis cantik itu masuk ke ambulance . (bersambung)
Label: part2

